Tampilkan postingan dengan label kebudayaan korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebudayaan korea. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Table Manners di Korea

Sopan santun sangat penting bagi orang Korea dan ada banyak penekanan tradisional dari leluhur pada berbagai makanan dan minuman.
Meskipun beberapa dari tradisi-tradisi yang lebih tua telah dibuat agak santai dalam beberapa tahun terakhir.

img.table manners i korea/bundadontworry.wordpress.com

Korean Table setting
Ini sedikit tata cara makan (table manners) di Korea termasuk beberapa etiket lama yang masih digunakan sampai sekarang.

1. Menunggu untuk duduk
Tunggu orang tertua / orang yang lebih senior untuk duduk terlebih dahulu sebelum Anda mengambil kursi di meja.

2. Sebelum Anda mulai
Sebelum Anda makan, terutama di rumah seseorang, sangat sopan untuk mengatakan bahwa Anda senang sekali untuk makan di tempat mereka. Dalam bahasa Korea, biasanya mereka mengatakan Jalmukesumneda (I am very glad to eat).

3. Awal makan
Tunggu orang tertua / orang yang lebih senior untuk mengangkat sendok atau sumpit mereka terlebih dahulu sebelum Anda mulai makan.

4. Selama makan
Jangan pernah membersitkan hidung di meja. Big no no………

5. Jangan terburu-buru atau berlama-lama
Cobalah untuk makan dlm kecepatan yang sama seperti orang lain, terutama para tetua.

6. Sup dan nasi mangkuk
Selama makan, tidak / jangan pernah memegang mangkuk sup atau nasi (seperti yang mungkin Anda lakukan di negara-negara Asia lainnya seperti Cina atau Jepang).

7. Mengambil berkali kali
Makanan Korea mempunyai banyak sisi komunal dari masakannya, sehingga tidaklah sopan untuk mengaduk2 mangkuk dan menyentuh banyak makanan lain saat Anda mengambil makanan untuk diri sendiri.

8. Mengisi ulang gelas Anda
Selalu menuangkan minuman untuk orang lain terlebih dahulu, terutama bagi mereka yang senior untuk Anda.

9. Penawaran alkohol
Ini tidak dianggap sopan untuk menolak minuman beralkohol yang ditawarkan kepada Anda, terutama dari para tetua.

10. Menerima masakan atau minuman
Ketika seseorang yang lebih senior menuangkan minuman untuk Anda, tahan cangkir Anda dengan kedua tangan untuk menerima (ini juga berlaku untuk seseorang yang ingin mengambil lauk atau sesuatu yang lain di meja).

11. Menuangkan minuman
Ketika Anda menuangkan minuman bagi seseorang yang senior untuk Anda, tempatkan tangan Anda yang lain di bawah tangan yang menuangkan atau dibawah siku Anda.

12. Penempatan peralatan di atas meja
Jangan menempelkan/ meletakkan sumpit Anda langsung ke mangkuk Anda , seperti mengikuti upacara adat leluhur Korea,ketika Anda sudah selesai, kembalikan peralatan makan ( sumpit atau sendok) di atas meja.

13. Jangan buang-buang makanan
Jangan mengambil makanan banyak2 yang Anda tidak bisa menghabiskannya, karena perilaku ini dianggap boros, jadi anda dianggap sopan bila menghabiskan semua makanan yang anda ambil.

14. Menghormati tuan rumah(host)
Jika seseorang telah mengundang anda kerumahnya atau mengajak makan di luar, ada adat kebiasaan untuk mengucapkan terimakasih setelah makan. Dalam bahasa Korea, orang mengatakan masegaemugusuyo (I ate well).

Selasa, 06 Desember 2011

Tradisi Pernikahan Korea

Wedding Belle mengajak Anda untuk mengenal tradisi pernikahan di salah satu negara di dunia ini, yaitu Korea. Negara yang terkenal dengan film-film komedi dan melow, seperti “Full House”, “Coffee Prince”, dan “Boys Before Flowers”, ini ternyata memiliki tradisi pernikahan yang unik loh.
Awalnya, para teman dekat pengantin pria akan beramai-ramai membawakan hadiahpertunangan ke rumah calon pengantin wanita. Hadiah itu dimasukkan ke dalam kotak yang diberi nama hahm. Para pengantar hadiah pertunangan ini akan tiba di rumah sang pengantin wanita, lengkap dengan kostum dan wajah yang dipoles menajdi hitam, lalu meraka akan bernyanyi.
Para pembawa hadiah ini akan berhenti di depan rumah sang calon pengantin wanita, dan meneriakkan “Hahm untuk dijual, hahm untuk dijual!”. Lalu keluarga sang calon pengantin wanita akan menghampiri mereka sambil menawarkan uang. Kegiatan ini bisa disebut sebuah negosiasi, dan tentunya negosiasi yang menyenangkan juga penuh tawa.
wedding_1
Pesta pertunangan sendiri sekarang ini lebih sering diadakan di rumah makan. Dan sang calon pengantin wanita mungkin akan mengenakan hanbok (pakaian tradisional untuk acara pertunangan). Untuk hiburan, biasanya anggota keluarga akan berkaroke ria.
Sebelum pernikahan dilangsungkan, calon pengantin pria akan memberikan sebuah hadiah pada calon ibu mertuanya berupa sebuah angsa liar yang masih hidup. Namun sekarang ini lebih sering memberikan boneka angsa yang terbuat dari kayu. Angsa ini menandakan sang calon pengantin pria akan merawat anak perempuannnya seumur hidup.
Pernikahan tradisional Korea diselenggarakan di rumah sang pengantin wanita. Sedangkan sumpah pernikahan dilakukan dalam upacara yang dinamakan kunbere. Kedua pengantin akan saling membungkuk lalu meminum anggur khusus dari sebuah labu yang ditanam oleh ibu sang pengantin wanita.
wedding_2
Beberapa hari seteleh upacara pernikahan, kedua pengantin akan mengunjungi keluarga sang pengantin pria untuk menjalani upacara pernikahan lainnya yang disebut p’ye-baek. Sang pengantin wanita akan menawarkan korma dan chestnuts kepada orangtua pengantin pria. Hal ini melambangkan anak-anak.Lalu orangtua akan menawarkan sake, dilanjutkan melempar korma dan chestnuts pada sang pengantin wanita yang mencoba menangkap keduanya mengunakan pakaian pengantinnya.Di Amerika, upacara p’ye-baek dilakukan pada hari pernikahan.
Perjamuan makan dalam pernikahan tradisional Korea sangatlah sederhana. Bahkan hanya dibutuhkan sup mi, dan faktanya pesta perjamuan makan Korea disebut kook soo sangyang berarti “perjamuan mi.” Mi yang panjang melambangkan kehidupan yang panjang dan bahagia. Mi akan direbus bersama kaldu sapi dan hiasan lainnya serta sayuran. Dok, atau kue ketan biasanya menjadi hidangan yang disajikan dalam sebuah acara di negara ini, khususnya di pernikahan.

Darye



Darye adalah bentuk upacara teh tradisional yang dipraktikkan di Korea. Darye adalah etika minum teh atau tatacara minum teh yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Korea sejak ribuan tahun lalu.

Upacara teh Korea bermula dari upacara teh Tionghoa dari Tiongkok. Bagian terpenting dari tatacara teh ini adalah bahwa menikmati teh ala Korea dipraktikkan dalam suasana formal namun santai dan tenang.

Upacara teh korea selain dimaksudkan untuk menemukan ketenangan dan harmoni dalam cepat berubahnya masyarakat Korea, juga untuk meneruskan tradisi lama bangsa Korea.

Tembikar dan keramik Seladon, keramik hijau Dinasti Goryeo


Tembikar


keramik seladon


keramik hijau Dinasti Goryeo


Penggunaan tanah liat dalam masyarakat Korea sudah berlangsung sejak zaman neolitikum dalam bentuk pembuatan tembikar dan keramik. Kerajinan tembikar berkembang pesat pada masa Tiga Kerajaan terutama di kerajaan Silla. Untuk membuat seladon (cheongja) berwarna, digunakanlah proses deoksidasi, dimana seladon dibakar dalam tungku yang dibuat khusus. Permukaan seladon dihiasi dengan berbagai ukir-ukiran.

Seladon khas Dinasti Goryeo, yang berwarna giok hijau, sangat terkenal hingga saat ini. Dinasti Joseon juga mengembangkan kerajinan keramik putihnya (baekja). Beberapa dari keramik-keramik ini kini dijadikan harta nasional Korea Selatan.

Kuil Jongmyo



kuil ini merupakan salah satu peninggalan dinasti joseon yang di jadikan sebagai salah satu tempat wisata di korsel oleh pemerintah korsel....

Kuil Jongmyo yang terletak di jantung kota Seoul dijadikan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1995. Kuil ini dibangun untuk menyimpan tablet-tablet memorial anggota mendiang penguasa (Dinasti Joseon) yang didasarkan pada tradisi Konfusianisme. Setiap tahun pada bulan Mei diadakan upacara Jongmyo (Jongmyo Daeje) yang menampilkan upacara persembahan dan tarian. Pertama dibangun tahun 1394 dan terbakar tahun 1592 ketika Jepang menyerang Korea, lalu pada tahun 1608 dibangun kembali. Kuil ini berisi 19 buah tablet memorial para raja dan 30 tablet ratu yang ditempatkan di dalam 19 buah kamar.

Sejarah

Ketika Jongmyo dibangun pada tahun 1394 atas perintah Raja Taejo, ia diperkirakan sebagai salah satu bangunan terpanjang di Asia. Ruang utamanya, Jeongjeon, memiliki 7 buah kamar. Setiap kamar disediakan untuk raja dan ratu. Komplek Jongmyo diperluas oleh Raja Sejong yang memerintahkan pembangunan Yeongnyeongjeon (Ruang Kenyamanan Abadi). Perluasan dilakukan dengan pembangunan komplek ke arah timur, sebab diperlukan beberapa kamar lagi untuk menyimpan tablet memorial mendiang raja dan ratu sehingga menjadi 17 kamar. Namun pada masa Invasi Jepang ke Korea, penyerbu Jepang membakar dan meruntuhkan bentuk asli bangunan, dan komplek yang baru didirikan lagi tahun 1601 yang merupakan bentuk asli hingga kini.

Tablet memorial asli diselamatkan dari kebakaran dengan menyimpannya di rumah penduduk dan masih bertahan hingga kini. Terdapat 19 tablet memorial raja-raja dan 30 milik para ratu. Hanya 2 raja yang tidak memiliki tablet memorial.

Gerbang masuk selatan disediakan untuk para arwah yang masuk dan keluar, gerbang timur untuk raja, dan gerbang barat untuk para anggota pelaku upacara dan ritual.

Dilihat dari kursi tahta raja di Istana Gyeongbok, Jongmyo berada pada sisi kiri, dan Kuil Sajik, kuil penting lainnya berada di sisi kanan. Pengaturan ini didasarkan pada cara fengshui. Bangunan utama dikelilingi perbukitan dan didepannya terdapat lapangan bernama Woldae, yang panjangnya 150 meter dan lebar 100 meter.

rumah adat korea selatan

KOREA SELATAN

Korea Selatan
Salah satu bangunan di Seoul

Rumah
Hanok, rumah tradisional Korea
Hanok tipe chogajip (rumah beratap jerami) di Desa Rakyat Korea, Seoul

Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi mempengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.

Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.

Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.

Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.

Senin, 05 Desember 2011

HANBOK


Entah sudah berapa tahun yang lalu, saya pernah melihat drama Korea yang mengisahkan tentang seorang mahasiswi yang jatuh cinta pada dosennya, dan dalam cerita itu yang saya ingat adalah ketika sang mahasiswi menanyakan pakaian apa yang menurut pria dosen itu paling seksi. Ia menjawab ” Hanbok “. Drama terus berlanjut, namun saya pada kesempatan kali ini tidak membahas cerita drama Korea tersebut, namun membahas mengenai pakaian yang namanya “Hanbok” tersebut.
Awal tulisan ini adalah inisitif dari seorang teman yang ingin memadukan antara hanbok Korea dengan batik Indonesia. Sebelum mewujudkannya tentu saya mencoba menulis tentang apa hanbok itu.
Hanbok adalah pakain tradisional Korea Selatan atau Chos?n-ot untuk sebutan di Korea Utara.  Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional, misalnya tahun baru  seollal ( imlek ) atau perayaan chuseok.
Bagian-bagian Hanbok. :
1. Jeogori ( 저고리 ) : ialah bagian atas dari hanbok ( baju ).Untuk hanbok laki-laki ukurannya lebih besar dan simple, sedangkan untuk wanita agak pendek dan ditandai garis lengkung  dan dekorasi yang lembut.
2. Dongjeong :
img_11_266_7 
Entah sudah berapa tahun yang lalu, saya pernah melihat drama Korea yang mengisahkan tentang seorang mahasiswi yang jatuh cinta pada dosennya, dan dalam cerita itu yang saya ingat adalah ketika sang mahasiswi menanyakan pakaian apa yang menurut pria dosen itu paling seksi. Ia menjawab ” Hanbok “. Drama terus berlanjut, namun saya pada kesempatan kali ini tidak membahas cerita drama Korea tersebut, namun membahas mengenai pakaian yang namanya “Hanbok” tersebut.
Awal tulisan ini adalah inisitif dari seorang teman yang ingin memadukan antara hanbok Korea dengan batik Indonesia. Sebelum mewujudkannya tentu saya mencoba menulis tentang apa hanbok itu.
Hanbok adalah pakain tradisional Korea Selatan atau Choson-ot untuk sebutan di Korea Utara.  Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada ” pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional, misalnya tahun baru  seollal ( imlek ) atau perayaan chuseok.
Bagian-bagian Hanbok :
hanbok copy 
1. Jeogori: ialah bagian atas dari hanbok ( baju ).Untuk hanbok laki-laki ukurannya lebih besar dan simple, sedangkan untuk wanita agak pendek dan ditandai garis lengkung  dan dekorasi yang lembut.
2.Deong Jong : yaitu krah yang berwarna yang berwarna putih .
3.  Otgoreum (Cloth Strings):  adalah pita yang dipakai pada baju hambok untuk wanita, yang melintang hingga ke Rok ( chima )
4. Chima : adalah rok pada bagian hanbok. Ada berbagai macam jenis chima, ada yang lapisan tunggal dan ada juga yang double.
5.Pattern:  susunan gambar atau garis  dan juga perpaduan warna.
Masih banyak lagi istilah bagian pada hanbok, misalnya baerae ( pada lengan ), kket dong ( lengan ) dan lain sebagainya.
Untuk hanbok pria ada ” baji ” yaitu celana untuk hanbok. biasanya bentuknya longgar .

Pada kesempatan ini kita akan belajar memakai otgoreum ( pita ) pada hanbok, karena walaupun nampak sederhana, namun seringkali kesulitan .
otgori
1. Ada dua sisi yang kita anggap A ( kiri )  dan B ( kanan ) . Letakkan sisi A di atas sisi B.
2. Sisi A putar dan tarik ke atas.
3. Dengan panjang kira-kira 10 cm lipat sisi B
4. Kembali sisi A diputar ( di talikan ) lagi.
5. Tarik dan rapikan.
6. Atur keserasian panjang antara kedua sisi tersebut.
Mungkin bahasa untuk mengungkapkannya sulit dipahami, dapat juga di lihat pada video pada link : cara memakai pita hanbok

Minggu, 04 Desember 2011

Kebudayaan Korea

Budaya tradisional Korea diwarisi oleh rakyat Korea Utara dan Korea Selatan, walaupun keadaan politik yang berbeda telah menghasilkan banyak perbedaan dalam kebudayaan modern Korea.
Arsitektur istana Deoksugung
Perayaan lentera

Rumah

Hanok, rumah tradisional Korea
Hanok tipe chogajip (rumah beratap jerami) di Desa Rakyat Korea, Seoul

 

Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.

Taman

Hyangwonjeong, sebuah taman di Gyeongbokgung, Seoul
Taman korea adalah bentuk atau rancangan taman tradisional khas Korea. Walau taman Korea amat dipengaruhi konsep taman Tiongkok, rancang bangunnya memiliki keunikan tersendiri.
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu aturan khusus. Dibanding taman Tiongkok dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan unsur pelengkap.
Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea sangat indah untuk dipandang.
Taman-taman yang terkenal:

Pakaian

Hwarot, pakaian pengantin
Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima).
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian.

Kuliner

 

Bentuk kuliner Korea dipengaruhi oleh kebudayaan pertanian mereka. Makanan pokoknya adalah beras. Hasil utama pertanian rakyat Korea adalah beras, gandum dan kacang-kacangan. Hasil laut pun melimpah seperti ikan, cumi-cumi dan udang, sebab Korea dikelilingi 3 lautan.
Kuliner Korea sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak lama. Contohnya adalah kimchi dan doenjang. Makanan fermentasi sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.
Beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni.
Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta daging.
Makanan kerajaan (surasang) saat ini sangat terkenal karena sudah dapat dinikmati seluruh lapisan rakyat.

Teh

Darye, upacara teh Korea
Teh diperkenalkan di Korea dari Tiongkok sejak lebih dari 2000 tahun lalu ketika agama Buddha disebarkan. Teh digunakan dalam upacara-upacara persembahan. Bentuk kebudayaan teh bangsa Korea terukir dalam upacara teh Korea (Dado).

Festival


Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar.
Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.
Festival terbesar di Korea antara lain:
Lihat juga hari libur di Korea Utara dan hari libur di Korea Selatan.

Permainan

Permainan Yut
Banyak sekali permainan khas Korea seperti: