Taiyaki merupakan kue Jepang yang berbentuk seperti ikan, dan terbuat
dari adonan tepung terigu yang dipanggang, kemudian diisi selai kacang
merah. Taiyaki pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1909, saat
salah satu toko di kota Minato, Tokyo, mulai menjualnya, yaitu toko
Naniwaya Souhonten.
Tampilkan postingan dengan label makanan khas jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan khas jepang. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Juli 2012
Manju
Manju Adalah
makanan tradisional Jepang yang populer. Ada banyak jenis Manju, tetapi
kebanyakan bagian luarnya dibuat dari tepung terigu, tepung beras dan
gandum dan isi (pasta kacang merah), terbuat dari kacang Azuki rebus
dan gula. Mereka direbus bersama-sama lagi dan diremas. Ada beberapa
jenis pasta kacang yang digunakan termasuk koshian, tsubuan, dan
tsubushian.
Yakisoba pan
Yakisoba pan: roti hotdog isi yakisoba (semacam mie goreng), yakisoba rasanya kuat jadi bisa ngalahin rasa rotinya.
Melonpan
Melonpan (メロン パン meronpan), Juga dikenal
sebagai panci Melon, Melon roti atau roti, roti manis produk dari
Jepang, tetapi juga populer di Taiwan dan Cina. Mereka dibuat dari
adonan yang kaya tercakup dalam lapisan tipis adonan kue renyah.
Penampilan mereka menyerupai melon, atau (semangka). Mereka tidak
sepenuhnya rasa melon. Tetapi di masa sekarang ini telah menjadi
populer bagi produsen untuk menambah melon ke roti. Variasinya termasuk
dengan tambahan chocolate chips antara lapisan kue dan diperkaya dengan
rasa karamel, maple sirup, cokelat, atau rasa lain, kadang-kadang
dengan sirup, kocok atau krim rasa, atau puding sebagai pompa.
Hiyayakko
Hiyayakko (dingin 冷 奴 tahu?). Adalah
hidangan Jepang yang populer dibuat dengan tahu dingin dan topping. Hal
ini biasanya disajikan pada musim panas. Ada dua jenis tahu yang
digunakan dalam hiyayakko: kinugoshi (sutera), yang lebih sering
digunakan, dan momen yang kurang umum (kapas).
Nabe
Nabe adalah jenis masakan Jepang yang dimasak dan dihidangkan di dalam
panci besar. Dalam bahasa Jepang, nabe berarti panci. Panci diletakkan
di atas kompor kecil atau plat pemanas yang ada di atas meja. Sambil
dimasak menggunakan panci atau wadah dari keramik bernama donabe, dan
makanan dihidangkan di atas meja makan langsung bersama pancinya.
Masakan nabe termasuk jenis masakan steamboat yang dihidangkan untuk
beberapa orang sekaligus yang duduk mengelilingi panci berisi hidangan
utama. Makanan diambil sendiri dari panci oleh orang ingin memakannya,
dan dipindahkan ke mangkuk milik sendiri sebelum dimakan. Selain disebut
Naberyōri, makanan jenis ini juga disebut Nabemono. Makanan ini populer
sebagai makanan musim dingin di Jepang. Sebelum zaman Edo, orang Jepang
memiliki budaya makan “satu orang satu nampan”. Pada waktu itu, masakan
nabe dihidangkan untuk satu atau dua orang. Pada zaman Meiji, masakan
nabe menjadi begitu populer, terutama masakan nabe daging sapi yang
disebut gyūnabe.
Sashimi
Sashimi adalah makanan Jepang berupa makanan laut dengan kesegaran prima
yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti
kecap asin, parutan jahe, dan wasabi. Makanan laut segar seperti ikan,
kerang, dan udang karang dihidangkan dalam bentuk irisan kecil yang
mudah dimakan, sedang udang berukuran kecil ada yang hanya dikupas kulit
dan dibuang kepalanya saja. Tsuma adalah sebutan untuk bahan makanan
penyerta yang bisa berupa lobak yang dipotong panjang-panjang dengan
ukuran sangat halus, daun berwarna hijau yang disebut Oba (Aojizo), atau
rumput laut seperti Wakame dan Tosakanori. Sashimi juga berarti
menikmati sesuatu dalam keadaan mentah, mulai dari potongan mentah
daging Kuda (Basashi), daging ayam (Torisashi), hati ayam atau hati
sapi, sampai pada potongan Konnyaku dan kembang tahu yang disebut Yuba.
Di daerah Kansai, sashimi lebih dikenal dengan sebutan O-tsukuri.
Dango
Dango adalah kue Jepang berbentuk bulat
seperti bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di
dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air
atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5
butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu.
Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di
Jepang.
Dango yang rasanya manis dibuat dengan
menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis
dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk
kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang
dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang
diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat
dari tepung terigu atau tepung millet.
Mochi
Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga
lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini
sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki
atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual
dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun.
Donburi
Donburi adalah makanan Jepang berupa nasi putih dengan berbagai macam
lauk di atasnya seperti ikan, daging dan sayur-sayuran berkuah yang
dihidangkan di dalam mangkuk besar yang juga disebut donburi. Kuah untuk
donburi bergantung pada jenis makanan, tapi pada umumnya berupa dashi
dicampur kecap asin dan mirin.
Ochazuke
Ochazuke atau chazuke adalah nama
makanan Jepang atau cara makan berupa nasi putih dengan lauk sekadarnya
yang dituangi air teh hijau, dashi atau air panas. Yūzuke adalah sebutan
lain untuk nasi yang dituangi air panas. Lauk diletakkan di atas nasi
sebelum dituangi air teh (teh hijau atau hōjicha), dashi atau air panas.
Lauk yang digunakan misalnya umeboshi, tsukemono, shiozake, nori,
tsukudani, shiokara, wasabi, tarako (mentaiko).
Ochazuke merupakan makanan pengisi perut
misalnya di antara dua waktu makan atau sewaktu masih lapar sebelum
tidur. Di rumah makan tradisional atau di pemandian air panas, tamu
sering ditawari ochazuke untuk menetralkan rasa pada mulut sehabis
menikmati makanan mewah yang enak-enak.
Sushi
Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama
lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah
dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui
campuran cuka beras, garam, dan gula.
Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
Onigiri
Dorayaki
Dorayaki adalah kue yang berasal dari Jepang. Dorayaki termasuk ke dalam
golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit
tembam, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang
merah. Dorayaki memiliki tekstur yang lembut dan mirip dengan kue
Jepang yang disebut Kastela karena adonan yang mengandung madu.
Takoyaki
Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk
dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan
1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas
lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan
plastik transparan untuk dibawa pulang. Sewaktu ada matsuri sering
dijumpai kios penjual takoyaki sebesar bola tenis (jambotako) yang
menjual takoyaki secara satuan.Takoyaki dimakan dengan menggunakan tusuk
gigi, tapi di Tokyo dimakan dengan menggunakan sumpit sekali pakai.
Penjual takoyaki selalu memberikan 2 batang tusuk gigi untuk satu orang,
karena takoyaki yang ditusuk dengan sebatang tusuk gigi bisa
berputar-putar sewaktu diangkat dan jatuh sebelum masuk ke mulut.
Takoyaki dengan isi yang disukai penduduk setempat (kadang-kadang tanpa
gurita) berusaha diperkenalkan di negara-negara yang penduduknya merasa
ngeri memakan gurita
Teriyaki
teriyaki adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau
dipanggang di atas wajan atau kisi-kisi dari besi untuk memanggang
dengan menggunakan saus teriyaki (tare). Saus teriyaki dibuat dari kecap
asin (shōyu), sake untuk memasak, dan gula pasir dengan takaran 1:1:1.
Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi, babi), atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.
Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi, babi), atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.
Mie ramen
adalah masakan mi kuah Jepang yang
berasal dari Cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba
(soba dari Cina?) atau shina soba karena soba atau o-soba dalam bahasa
Jepang sering juga berarti mi. Ramen adalah makanan rakyat banyak di
Jepang. Kuah ramen mempunyai banyak sekali variasi rasa yang ditentukan
oleh jenis kaldu yang digunakan, bumbu dan lauk yang ditambahkan di atas
mi. Bahan-bahan produksi lokal dari berbagai daerah sering digunakan
untuk menghasilkan rasa lokal yang khas dan disukai penduduk setempat.
Kaldu untuk kuah bisa diambil dari
campuran berbagai bahan seperti tulang babi, tulang sapi, tulang ayam,
katsuobushi, sababushi, niboshi, konbu, kacang kedelai gongseng,
shiitake, bawang bombay atau daun bawang.Ramen bisa digolongkan
berdasarkan jenis-jenis kuah misalnya kuah rasa kecap asin, kuah rasa
tonkotsu (tulang babi), rasa shio (garam), dan rasa miso
Langganan:
Postingan (Atom)





